siaran pers Kemitraan PT CPI dengan Indonesia Berkontribusi terhadap Lapangan Kerja, Manfaat bagi Masyarakat dan Pendapatan Negara

Sekitar 85 persen mahasiswa Politeknik Caltex Riau mendapatkan pekerjaan dalam tiga bulan setelah kelulusan.

Jakarta, Indonesia, Juli 2018 – Kemitraan PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) dan Indonesia selama 94 tahun terakhir berkontribusi terhadap tersedianya lapangan kerja yang berkualitas. Hal tersebut turut meningkatkan pendapatan masyarakat Indonesia, memberikan program investasi sosial yang bermanfaat, serta dan menyumbangkan pendapatan negara hampir US$ 200 miliar.

Manfaat utama secara ekonomi dari kemitraan tersebut antara lain:

  • Saat ini, 98,7 persen karyawan PT CPI merupakan karyawan nasional, naik dari sebelumnya 97 persen pada 2016
  • US$ 736 juta tambahan pendapatan bagi masyarakat dari kehadiran operasi Chevron dan perusahaan mitra kerja (2013)
  • US$11,9 miliar kontribusi terhadap Gross Domestic Product (GDP) Indonesia dari kehadiran operasi Chevron dan perusahaan mitra kerja (2013)
  • Satu pekerjaan di Chevron mendukung terciptanya rata-rata 36 pekerjaan lain di Indonesia (2009-2013)

“Kita hidup di dunia yang saling berhubungan dan saling bergantung satu sama lain untuk maju. Kami percaya bahwa bisnis kami dapat berhasil apabila masyarakat di sekitar wilayah operasi kami juga berhasil,” ujar Albert Simanjuntak, Deputy Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit dan Presiden Direktur PT CPI.

Investasi dan kemitraan Chevron dengan masyarakat turut meningkatkan peluang bagi keluarga dan bisnis kecil di Indonesia. Program Pengembangan Bisnis Lokal (Local Business Development - LBD) kami di Riau, Kalimantan Timur dan Jawa Barat menghasilkan lebih dari 7.800 kontrak bagi perusahaan lokal, menciptakan hampir 52.000 lapangan kerja, dan membelanjakan lebih dari US$120 juta (Rp 1,2 triliun) untuk barang dan jasa dari mitra lokal. Kami juga menyelenggarakan pelatihan kejuruan (vocational training) untuk membantu anak-anak muda dalam mempelajari keterampilan baru. Sekitar 400 peserta mengikuti program ini terhitung sejak 2011.

Chevron juga mengembangkan program pertanian terpadu yang berkelanjutan, pengembangan usaha kecil-mikro, serta akses masyarakat terhadap lembaga keuangan mikro di sekitar wilayah operasi PT CPI di Provinsi Riau. Sejak 2015, program tersebut telah melatih lebih dari 1.570 petani dan pengusaha kecil-mikro sehingga mampu meningkatkan tingkat pendapatan mereka. Kami juga membantu pendirian pusat usaha kecil-menengah yang menjadi tempat konsultasi bisnis dan penjualan lebih dari 200 produk.

Dengan fokus pada keberlanjutan, PT CPI mendukung guru, terutama yang mengajar sains, teknologi, teknik dan matematika, untuk meningkatkan peluang kerja bagi generasi mendatang. Investasi kami di bidang pendidikan dan pelatihan telah membantu masyarakat untuk meraih kesuksesan. Pendidikan menjadi fokus PT CPI sejak 1957, ketika mendirikan sekolah menengah atas pertama di Riau, yakni SMAN 1 Pekanbaru.

PT CPI, melalui kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Riau, mendirikan Politeknik Caltex Riau (PCR) pada 2001. PCR merupakan politeknik pertama di Provinsi Riau. Kurikulummnya disusun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Sampai dengan 2017, PCR telah meluluskan lebih dari 3.300 mahasiswa. Sekitar 85 persen lulusan mendapatkan pekerjaan dalam kurun tiga bulan setelah lulus.

PT CPI juga membantu pendirian Politeknik Aceh pada 2008, sebagai bagian dari program Chevron Aceh Recovery Initiative (CARI) setelah terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami yang menghancurkan wilayah Aceh pada 2004. Politeknik tersebut membuka jurusan mekatronika, teknologi informasi, elektronika industri, dan akuntansi.

Kami juga menginisiasi Darmasiswa Chevron Riau (DCR), sebuah beasiswa untuk membantu siswa-siswa terbaik di Riau dalam mengakses pendidikan tinggi. Sejak 2001, program ini telah memberikan manfaat kepada lebih dari 1.000 siswa.

Rita Kusrina, yang saat ini bekerja sebagai seorang analis di PT CPI, menerima beasiswa DCR untuk menempuh Pendidikan di Politeknik Caltex Riau pada 2002. “Berkat beasiswa ini, saya dapat membiayai pendidikan saya tanpa membebankan pada orang tua, mempelajari keahlian untuk memasuki dunia kerja dan hidup mandiri,” kata Rita.

Chevron membantu kesehatan masyarakat dengan meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan. Melalui program Desa Siaga di Provinsi Riau dan Kalimantan Timur, kami bekerja sama dengan organisasi dan pemerintah setempat untuk membantu para bidan dan sukarelawan di 10 desa dalam menolong proses melahirkan dan penanganan bayi baru lahir. Pada tahun 2015, kami menyediakan perlengkapan medis bagi 15 pusat pelayanan kesehatan masyarakat. Pada akhir tahun 2016, setiap bulannya lebih dari 2.500 wanita dan anak-anak merasakan manfaat dari program tersebut.

Di Rumbai Pesisir, kecamatan yang terletak di sepanjang Sungai Siak dekat Pekanbaru di Provinsi Riau, kami bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk membangun sumur air bersih. “Sebelumnya masyarakat sangat kesulitan untuk mendapatkan akses terhadap air bersih,” kata Yuliarso, Camat Rumbai Pesisir yang membawahi delapan kelurahan di wilayah tersebut. “Chevron tidak hanya menyediakan akses terhadap air bersih, namun juga meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik.”

Chevron merupakan salah satu perusahaan energi terintegrasi terdepan di dunia dan melalui anak-anak perusahaan di Indonesia telah beroperasi di negeri ini selama 94 tahun. Dengan inovasi dan komitmen karyawan kami yang memiliki keahlian dan dedikasi tinggi, Chevron Indonesia menjadi salah satu produsen minyak mentah terbesar di Indonesia. Dari lapangan-lapangan migas darat kami di Riau, Sumatera dan lapangan-lapangan migas lepas pantai di Kalimantan Timur, kami telah memproduksi lebih dari 13 miliar barel minyak untuk pemenuhan kebutuhan energi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam mengoperasikan blok migas, Chevron bekerja di bawah pengawasan SKK Migas berdasarkan kontrak kerja sama atau Production Sharing Contract (PSC). Informasi lebih lanjut mengenai Chevron di Indonesia, kunjungi www.indonesia.chevron.com. 

Unduh pdf - studi kasus selengkapnya

Kontak: Danya Dewanti | Email:danya.dewanti@chevron.com | Telp:+62811894229

NOTICE

CAUTIONARY STATEMENT RELEVANT TO FORWARD-LOOKING INFORMATION FOR THE PURPOSE OF “SAFE HARBOR” PROVISIONS OF THE PRIVATE SECURITIES LITIGATION REFORM ACT OF 1995

This press release contains forward-looking statements relating to Chevron’s operations that are based on management’s current expectations, estimates and projections about the petroleum, chemicals and other energy-related industries. Words or phrases such as “anticipates,” “expects,” “intends,” “plans,” “targets,” “forecasts,” “projects,” “believes,” “seeks,” “schedules,” “estimates,” “positions,” “pursues,” “may,” “could,” “should,” “budgets,” “outlook,” “trends,” “guidance,” “focus,” “on schedule,” “on track,” “goals,” “objectives,” “strategies,” “opportunities” and similar expressions are intended to identify such forward-looking statements. These statements are not guarantees of future performance and are subject to certain risks, uncertainties and other factors, many of which are beyond the company’s control and are difficult to predict. Therefore, actual outcomes and results may differ materially from what is expressed or forecasted in such forward-looking statements. The reader should not place undue reliance on these forward-looking statements, which speak only as of the date of this release. Unless legally required, Chevron undertakes no obligation to update publicly any forward-looking statements, whether as a result of new information, future events or otherwise. Among the important factors that could cause actual results to differ materially from those in the forward-looking statements are: changing crude oil and natural gas prices; changing refining, marketing and chemicals margins; the company's ability to realize anticipated cost savings and expenditure reductions; actions of competitors or regulators; timing of exploration expenses; timing of crude oil liftings; the competitiveness of alternate-energy sources or product substitutes; technological developments; the results of operations and financial condition of the company's suppliers, vendors, partners and equity affiliates, particularly during extended periods of low prices for crude oil and natural gas; the inability or failure of the company’s joint-venture partners to fund their share of operations and development activities; the potential failure to achieve expected net production from existing and future crude oil and natural gas development projects; potential delays in the development, construction or start-up of planned projects; the potential disruption or interruption of the company’s operations due to war, accidents, political events, civil unrest, severe weather, cyber threats and terrorist acts, crude oil production quotas or other actions that might be imposed by the Organization of Petroleum Exporting Countries, or other natural or human causes beyond its control; changing economic, regulatory and political environments in the various countries in which the company operates; general domestic and international economic and political conditions; the potential liability for remedial actions or assessments under existing or future environmental regulations and litigation; significant operational, investment or product changes required by existing or future environmental statutes and regulations, including international agreements and national or regional legislation and regulatory measures to limit or reduce greenhouse gas emissions; the potential liability resulting from other pending or future litigation; the company’s future acquisition or disposition of assets or shares or the delay or failure of such transactions to close based on required closing conditions; the potential for gains and losses from asset dispositions or impairments; government-mandated sales, divestitures, recapitalizations, industry-specific taxes, changes in fiscal terms or restrictions on scope of company operations; foreign currency movements compared with the U.S. dollar; material reductions in corporate liquidity and access to debt markets; the effects of changed accounting rules under generally accepted accounting principles promulgated by rule-setting bodies; the company's ability to identify and mitigate the risks and hazards inherent in operating in the global energy industry; and the factors set forth under the heading “Risk Factors” on pages 20 through 22 of Chevron’s 2016 Annual Report on Form 10-K. Other unpredictable or unknown factors not discussed in this press release could also have material adverse effects on forward-looking statements.