pemulihan pascabencana

upaya tanggap darurat dan pemulihan kehidupan pascabencana alam

Politeknik Aceh’s first graduation in 2011

Wisuda Politeknik Aceh pertama kali di tahun 2011.

Chevron telah mendukung upaya tanggap darurat dan pembangunan kembali setelah terjadinya bencana alam di Indonesia. Berikut ini beberapa contoh bagaimana kemitraan lokal kami telah memulihkan akses layanan kesehatan dan kebutuhan dasar manusia serta menerapkan upaya-upaya pemulihan jangka panjang.

membentuk pembangunan masa depan Aceh

Sebagai tanggapan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami yang meluluhlantakkan bagian utara Sumatera pada tahun 2004, dengan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Istimewa Aceh dan berbagai mitra, kami menyumbangkan sekitar US$15 juta untuk program cepat tanggap darurat bencana serta pemulihan jangka panjang. Kami juga mendukung program Pendirian Usaha, yang telah berhasil menciptakan 6.000 lapangan pekerjaan.

Pendidikan dan pelatihan merupakan kunci pengembangan kapasitas dan ekonomi jangka panjang di kawasan yang terkena dampak tsunami. Chevron dan mitra-mitranya telah berinvestasi pada sejumlah program pelatihan kejuruan dan pendidikan untuk menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja saat ini dan jangka panjang, termasuk melalui pendirian Politeknik Aceh.

Atas inisiatif bersama, antara Chevron, United States Agency for International Development (USAID), dan Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Aceh (BRR), Politeknik Aceh memulai tahun ajaran pertamanya pada tahun 2008. Fasilitas seluas 9.000 meter persegi dengan kapasitas 450 mahasiswa ini diresmikan pada tanggal 23 Februari 2009 oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Politeknik Aceh menawarkan gelar di bidang teknik mekatronika, teknik informatika, teknik elektronika industri dan akuntansi. Lebih dari 923 mahasiswa telah lulus dari Politeknik Aceh.

Chevron membiayai pendirian konstruksi pembangunan politeknik ini dengan dana sekitar US$6 juta. Kami menyumbangkan sekitar US$14,7 juta untuk pemulihan pasca bencana, mencakup pembangunan Politeknik Aceh dan sekitar US$9 juta untuk mendukung pembangunan ekonomi jangka panjang serta upaya pertumbuhan yang berkelanjutan. Selain itu, kami berhasil menggalang dana sebesar US$15 juta dari para mitra. Kami bermitra dengan Palang Merah Indonesia untuk menyediakan pelatihan pengembangan organisasi dan peningkatan kapasitas para staf medis; dengan JHPIEGO untuk memberikan pelatihan kebidanan di sejumlah desa di Aceh Besar; dan dengan Indonesia Heritage Foundation untuk memberikan pelatihan guru dan membuka 30 pusat pendidikan anak usia dini di Aceh.

elementary school in yogyakarta

Sebuah sekolah dasar di Yogyakarta dibangun sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana gempa bumi di daerah tersebut.

chevron earthquake recovery initiative (CERI)

Kami juga menyediakan bantuan langsung dan dukungan pemulihan pasca bencana alam di Sumatra Barat dan Jawa Barat pada tahun 2009. Kami mencanangkan Chevron Earthquake Recovery Initiative (CERI), sebuah program rehabilitasi sekolah senilai US$1,8 juta untuk membantu membangun kembali sekolah-sekolah yang rusak parah.

membangun klinik kesehatan pertama di nusa tenggara barat dan sulawesi tengah

Bantuan Pemulihan Pasca Gempa Bumi dan Tsunami

Chevron, dan karyawannya, membangun dua Puskesmas Pembantu (Pustu) Plus di Lombok dan Sigi, sebagai bagian dari inisiatif rehabilitasi pasca gempa. Pustu Plus ini akan menjadi pusat kesehatan terintegrasi pertama di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan provinsi Sulawesi Tengah, yang akan menyediakan layanan kesehatan masyarakat terpadu yang dilengkapi oleh dokter, perawat, dan bidan. Lokasi kedua klinik Pustu Plus berada di Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, 33 km sebelah utara Mataram, NTB dan di Desa Beka, Kabupaten Marawola, Kabupaten Sigi, 20 km selatan Palu, Sulawesi Tengah.

Pendanaan untuk pembangunan klinik Pustu Plus berasal dari kontribusi karyawan Chevron, yang berlokasi di Riau, Kalimantan Timur, dan Jakarta. Melalui inisiatif internal yang disebut program "Chevron Berbakti", kontribusi yang dikumpulkan dari karyawan kemudian dicocokkan oleh Perusahaan

Bangunan Pustu Plus ini dirancang dengan ramah gempa dan dapat diakses oleh kaum lanjut usia dan penyandang cacat yang memenuhi standar keselamatan. Diharapkan kedua bangunan akan siap beroperasi pada kuartal pertama 2020.